BISNIS PROSES, MANUSIA DAN TEKNOLOGI

oleh -
0 44

Salam Redaksi Majalah Global Energi Edisi 57logo-blue
Oleh: Dr. Ibrahim Hasyim

BISNIS PROSES, MANUSIA DAN TEKNOLOGI

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali berganti. Setelah 2 periode dijabat Purnomo Yusgiantoro stabil dan kemudian berhenti dengan selamat di tahun 2009, maka setelah itu suasana di ESDM terus terjadi gonta ganti, tidak sampai ke ujung masa kabinet 5 tahun. Darwin Zahedi Saleh, diganti Jero Wacik, dan kini Sudirman Said diganti Archandra Tahar. Para Menteri tersebut mempunyai latar belakang pendidikan dan pengalaman yang berbeda. Dalam sejarahnya, para Menteri ESDM memang punya latar belakang yang berbeda beda dan karena itu gaya dan visi kepemimpinan nya pun berbeda pula.

Tetapi terjadinya penggantian paroh waktu, tentulah tidak hanya karena perbedaan yang disebut diatas. Tentu karena ada sejumlah alasan lain yang mendasarinya dan alasan itu pasti berkaitan dengan target dan tantangan yang akan dihadapi Indonesia kedepan, khususnya yang menyangkut dengan ketersediaan dan kedaulatan energi nasional. Seperti kita tahu semua bahwa Indonesia masih belum lepas dan masih bergantung pada energi minyak dan gas bumi. Sementara itu produksi minyak dan gas bumi (migas) terus mengalami penurunan tanpa ada terobosan dan inisiatif baru yang bisa menahannya, apalagi untuk kembali meningkatkannya. Coba bayangkan, Rasio penemuan cadangan baru terhadap penurunan cadangan yang ada, hanya sekitar 50 persen , dibandingkan Malaysia yang mencapai 150 persen. Padahal menurut para ahli, cadangan migas Indonesia itu sebenarnya masih cukup tersedia di lapangan tua dan juga di perairan laut dalam, terutama di belahan Timur Indonesia.

Akan tetapi untuk bisa mengeduk migas yang masih tersedia ditempat sulit itu, maka diperlukan penggunaan cara cara yang tidak biasa seperti apa yang dilakukan selama ini. Disana diperlukan suatu kondisi dan suasana bisnis yang menarik, kemudian diberi sentuhan layanan yang presisi oleh manusia yang mengerti dan berpengalaman serta harus menggunakan teknologi maju yang sudah teruji. Agaknya inilah yang menjadi angan angan dan harapan dari seorang Archandra Tahar, seorang ahli teknologi maritim yang sudah 20 tahun menekuni Riset dan Usaha di Amerika Serikat. Karena itu jelaslah kemudian, pada pidato acara serah terima dengan Sudirman Said, Archandra Tahar memberikan arah ESDM kedepan adalah melalui tiga pilar kebijakan, yaitu, merumuskan bisnis proses yang menarik dan transparan, menempatkan sumber daya manusia yang mempunyai kompetensi dan profesionalitas yang mumpuni serta memilih dan menggunakan teknologi maju yang tepat guna. Katanya “Amerika Serikat bisa menaikkan produksi migas 2 kali lipat dalam masa 7 tahun terakhir ini, antara lain karena bisa memadukan teknologi dengan bisnis proses dan sumber daya manusia secara optimal”.

Kalau demikian, dari perspektif ini, redaksi Global Energi sangat berharap Archandra Tahar mampu membawa kembali Kementerian ESDM sebagai sebuah Kementerian Teknis yang bertanggung jawab untuk penyediaan energi nasional, yang di hari hari mendatang lebih banyak mendiskusikan dan menerapkan bisnis proses yang transparan supaya menarik bagi investor di sektor energi , yang dilayani oleh sumber daya manusia yang tidak hanya berintegritas tetapi juga dengan professionalitas yang sesuai bidangnya serta mendorong penggunaan teknologi maju yang dibutuhkan menurut tingkat kerumitan yang semakin tinggi disepanjang mata rantai kegiatan migas. Selamat berkerja pak Menteri…. @hasyim_ibrahim

BELUM ADA TANGGAPAN

Tulis Tanggapan