Migas Amerika Serikat Masuk Pasar Dunia

oleh -
0 118

Amerika Serikat (AS) Jadi Negara Importir Minyak Terbesar di Dunia

Setelah 4 dekade vacum, akhirnya Amerika Serikat per 31 Desember 2015 memulai kegiatan trading dengan mengekspor minyak mentah. Trading ini dilakukan hanya beberapa minggu setelah aturan larangan ekspor dicabut oleh Presiden Obama. Larangan ini diberlakukan setelah embargo minyak pada tahun 1973 yang memaksa Amerika sebanyak mungkin menggunakan minyak produksi sendiri dan mengurangi impor. Dan itu berat sekali bagi sebuah negara yang mengkonsumsi 20 persen minyak dunia.

Kini Amerika sudah mampu memproduksikan minyak dan gas terbesar  di dunia dan sejak beberapa tahun terakhir sudah mengurangi impor. Karena itu, sejak awal tahun 2014, pasar dunia migas langsung berubah dengan kondisi pasokan lebih besar dari permintaan,  yang terus berlangsung hingga saat ini sehingga harga turun jauh sekitar US$ 30  perbarel.

Dengan adanya kebijakan baru tentang pencabutan larangan ekspor minyak mentah itu akan menandai perubahan penting dalam kebijakan migas Amerika Serikat yang menguntungkan produsen domestik pada saat mereka sedang kerepotan menekan biaya operasi karena rendahnya harga minyak. Produsen minyak jadinya bisa mempertahankan pekerja dari pemutusan hubungan kerja karena  bisa mengekspor kelebihan produksi ke luar negeri.                       

Masuknya minyak dan gas Amerika ke pasar dunia, dalam jangka pendek tentu akan mempengaruhi dan memberi riak yang berakibat pada harga karena permintaan dunia belum meningkat dengan signifikan. Keengganan negara opec memotong volume produksi dan mengalirnya minyak Amerika ke pasar pasti akan berdampak pada harga, yang kemana arahnya masih sulit diprediksi, tapi yang pasti memerlukan waktu untuk mencapai titik keseimbangan baru. Pergeseran kebijakan ekonomi Amerika Serikat ini jelas akan mempengaruhi equilibrium pasar yang sudah terbentuk dan dunia perlu memasuki dimensi baru yang memerlukan pertemuan antara Amerika Serikat, Opec dan Rusia untuk bisa menata kembali produksi migas dunia yang berkelanjutan. @hasyim_ibrahim

TERKAIT

BELUM ADA TANGGAPAN

Tulis Tanggapan