Masela Harus Sesuai Jadwal?

Salam Redaksi Majalah Global Energi Edisi 66logo-blue
Oleh: Dr. Ibrahim Hasyim

MASELA HARUS SESUAI JADWAL ?

Langkah Menteri ESDM, Ignasius Jonan yang mulai melakukan “tekanan” terhadap Inpex Corporation, operator Lapangan Abadi, Blok Masela, Laut Arafuru, Maluku agar proyek tersebut selesai sesuai jadwal. Menteri menilai kajian desain awal atau Pre-Feed proyek yang berlarut-larut, dan melewati waktu enam bulan, jelas akan mengancam jadwal penyelesaian.

Langkah Menteri ESDM yang geram dan mengancam akan mencabut hak partisipasi Inpex Corporation di Blok Masela, secara normative dapat dibenarkan. Pasalnya, proyek strategis ini memang seharusnya sesuai jadwal pengerjaannya. Rupanya langkah menteri yang dikenal tegas ini membuahkan hasil. Manajemen Inpex pun ciut juga melihat “ancaman” dari Pak Menteri.

Selang dua hari saja dari “ancaman” tersebut, yakni Jumat (5/5/2017), manajemen Inpex melalui Senior Manager Communication and Relation Inpex, Usman Slamet menyampaikan terima kasih atas arahan yang diberikan pemerintah. Inpex tetap komitmen memulai proyek secepatnya. Dua fase dalam melakukan Pre-Feed disepakati antara pemerintah dan Inpex.

Lalu mengapa Inpex mengolor waktu dalam kajian Pre Feed? Jangan-jangan apa yang dikatakan sejumlah pengamat migas yang mengatakan sekarang dunia lagi over suplay menjadi alas an Inpex untuk menarik ulur waktu tersebut. Juga demikian, yang katanya Jepang benar-benar membutuhkan gas pada 2030 menjadi alasan Inpex mengulur waktu.

Kalau ini benar, sebagai investor, Inpex jelas tidak mau mengalami kerugian. Kalau proyek tersebut yang dijawal selesai 2024, sementara Jepang baru akan melakukan impor dengan volume signifikan pada pada 2030, berarti ada waktu rentang atau selisih waktu 6 tahun.

Apakah selisih waktu 6 tahun itulah yang menjadi dasar atau pemikiran Inpex untuk mengulur waktu. Bisa jadi begitu, kalau berdasarkan data-data yang dikeluarkan sejumlah pengamat migas. Mengerjaan proyek tepat waktu memang bagus, tetapi bagaimana kalau pasar belum bisa menyerapo produksinya?

Memang, pemerintah bila proyek ini molor dikhawatirkan justru akan mengancam ketersediaan pasokan gas domestik serta menurunkan investasi hulu migas di kemudian hari. Pemerintah juga dapat mengalami opportunity loss of revenue yang seharusnya bisa digunakan untuk mendanai pembangunan. Di sinilah perlunya, pemerintah dan Inpex terus melakukan diskusi-diskusi untuk menciptakan kondisi yang kondusfif bagi keduanya.(*)

BELUM ADA TANGGAPAN

Tulis Tanggapan