Gas di Sei Mangke

oleh -
0 75

Peningkatan pemakaian gas dalam negeri tidak se sederhana yang dipikirkan para analis. Faktanya tidak hanya cukup dengan tersedianya infrastruktur, tidak cukup hanya dengan harga yang lebih murah dari bahan bakar minyak (BBM). Tidak hanya itu.

Buktinya, sebagai contoh, ada Perusahaan kimia yang sudah beroperasi di kawasan industri sei Mangke Sumut, sebuah perusahaan yang nota bene berkomitmen menggunakan bahan bakar ramah lingkungan hidup itu, nyatanya masih menggunakan BBM yang harganya lebih mahal dari gas. Pasti ada pertimbangan lain yang masih harus diselesaikan.

Keputusan pemakaian gas di sebuah perusahaan, ternyata tidak hanya cukup di level perusahaan, tetapi juga di level industri atau malahan di level Pemerintah. Dari Pemerintah sebenarnya sudah ada solusi dengan di keluarkannya Keputusan Menteri no. 434 tentang dasar penentuan harga gas di Sumatera Utara dan formula itu berlaku surut ke tanggal 1 februari 2017.

Semestinya ketetapan ini dapat segera di implementasikan, artinya dengan segera memakai gas karena mesin utilitas yang dipakai disana sudah menggunakan sistim dual fuel. Soal ketersediaan gas sudah tidak ada masalah, karena Pertamina Gas telah membangun pipa 12 inches kapasitas 70 Mmscfd, dan siap alir. Dengan solusi harga dari Pemerintah itu, mestinya tidak ada lagi masalah,  tapi masalah ditingkat industri rupanya belum selesai karena adanya perbedaan harga diantara jenis industri. Perbedaan itu memang ada,  karena melihat pada besar kecilnya kontribusi dampak multiflier terhadap perekonomian nasional.
Pemakaian gas untuk keperluan utilitas, tidaklah setara dengan apabila dipakai sebagai bahan baku. Soal ini harus diselesaikan dan kementerian Perindustrian mestinya menjadi bagian dari solusi.

Dengan kenyataan pemakaian gas hanya untuk bagian Utility, maka mestinya sudah dapat dilakukan dalam waktu dekat ini, dan dipastikan sangat mungkin bisa  menarik industri lain untuk membangun pabriknya dikawasan industri Sei Mangke yang masih kosong melompong. Dan kalau itu terjadi, maka volume gas yang diangkut meningkat dan pada akhirnya harga gas bisa ikut turun lagi karena turunnya  biaya pengangkutan (toll fee) lewat pipa. Ini yang barangkali belum luas diketahui pemain industri. @hasyim_ibrahim

TERKAIT

BELUM ADA TANGGAPAN

Tulis Tanggapan