Patahnya Pipa Minyak di Teluk Balikpapan

oleh -
0 18

Kejadian tumpahan minyak di perairan teluk Balikpapan, ditengarai karena patahnya pipa yang mengalirkan minyak dari lokasi tangki penyimpanan minyak di Lawe Lawe    ke kilang bbm balikpapan di daratan Kalimantan. Sementara ditengarai pula penyebabnya karena anchor kapal yg parkir di atasnya menggaruk pipa minyak saat bergerak. Hal ini menjadi aneh, apakah tidak ada pengaturan parkir kapal di area teluk itu, padahal disana cukup sibuk lalu lintas kapal. Atau pertanyaan lain, apakah adanya pipa di bawah laut itu sudah termasuk dalam peta laut dunia pelayaran?

Kejadian anchor kapal menggaruk jaringan penghubung antara 2 pulau, juga pernah terjadi di akhir tahun 90 an. Kala itu kapal yang sedang parkir di perairan Gresik , ikut larat (bergeser) dan kemudian menggaruk kabel listrik ke pulau Madura. Begitu kabel putus,  pulau Madura seisi nya jadi gelap gulita. Ketika itu Menteri Pertambangan dan Energi,  Kuntoro Mangunbroto, masuk ke Madura ketemu para Kiai dan masyarakat lainnya untuk menjelaskan penyebab dan mencari solusi terhadap dampak sosial ekonomi yang terjadi. Bayangkan tidak bisa dibayangkan tiba tiba para santri di pesantren tidak bisa wudhu karena pompa air tidak jalan.

Kejadian seperti ini dapat terjadi dimana saja dimasa depan, karena banyak pipa, kabel dan lainnya ada didalam laut, menghubungkan antar pulau. Kejadian putus dan rusak nya alat alat itu pastilah berdampak macam macam. Di Teluk Balikpapan saat ini berdampak pada tercemarnya air laut  yang dapat merusak ekosistem yang ada disana. Penyebabnya banyak, bisa oleh human error , kesalahan prosedure ataupun sampai pada kemungkinan sabotage cara canggih. 

Sebagai negara yang sudah mendeklarasikan dirinya menjadi negara Poros Maritim Dunia, maka dpastikan kedepan akan semakin banyak kegiatan yang memanfaatkan potensi laut, akan semakin banyak kegiatan di dasar laut dan di laut dalam. Oleh karena itu, di perlu kan segera upaya untuk meng evaluasi sistim pengamanan dibawah laut yang telah  ada terutama terhadap objek vital negara, dengan memperhatikan arah perkembangan regulasi dunia pelayaran serta perkembangan teknologi kemaritiman dan pertahanan keamanan. @hasyim_ibrahim

(Visited 15 times, 4 visits today)

BELUM ADA TANGGAPAN

Tulis Tanggapan