Disertasi – Model Agregat Pengembangan Armada Kapal Tanker dan Analisis Dampak Kinerja Korporat

oleh -
0 134

Abstraksi Disertasi Ibrahim Hasyim, Model Agregat Pengembangan Armada Kapal Tanker dan Analisis Dampak Kinerja Korporat: Studi Kasus Angkutan Produk Minyak oleh Perusahaan Pelayaran di Indonesia. Program Doktor, Program Studi Teknologi Kelautan, Fakultas Teknologi Kelautan, Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya, 2007.

Perdagangan minyak bumi dunia sebagian besar dilakukan melalui laut dan dalam perkembangannya telah memberi peluang besar pada kegiatan angkutan laut minyak bumi sehingga membawa implikasi pada permintaan dan penawaran kapal tanker dunia. Dinamika pasar yang terjadi menuntut pengembangan inovasi teknologi dan manajemen secara berkelanjutan pada ship designs, construction methods, operational management and ship disposal, agar perusahaan dan industri pelayaran tetap hidup dan berkembang secara berkelanjutan.

Menentukan skala armada tanker adalah keputusan strategis bagi perusahaan dan sebagai faktor produksi, maka keputusan fleet portfolio investasi jauh lebih beresiko dan rumit, sehingga memerlukan decision support yang memadai. Untuk menyederhanakan berbagai masalah yang ada, dibangun fleet size optimization model dan kemudian untuk menyelesaikan masalah digunakan metoda heuristic-generate and test. Hasilnya adalah skala armada tanker optimal dalam jumlah unit tipe kapal dan bersifat deterministik.

Permasalahan berikutnya yang umum terjadi adalah mengapa terjadi perbedaan kinerja antar perusahaan pelayaran sekalipun mengoperasikan muatan dan skala armada yang sama. Untuk menjawab permasalahan tersebut maka diperlukan secara menyeluruh peta gambaran dari variabel kinerja finansial dan operasional perusahaan yang bersifat tangible maupun intangible serta sistem pengukuran kinerja yang digunakan.

Kinerja yang terbentuk adalah merupakan hasil interaksi antar variabel kinerja dan untuk memahaminya, perlu dibangun sebuah peta strategi perusahaan pelayaran yang menggambarkan implemantasi visi ke dalam strategi perusahaan dan sistem pengukuran kinerja yang digunakan. Metoda yang digunakan untuk itu adalah metoda balance scorecard yang mampu mengukur kinerja yang bersifat tangible dan intangible.

Untuk membuat peta strategi perusahaan pelayaran, maka dilakukan penelitian pada sejumlah perusahaan pelayaran pengangkut produk minyak bumi. Dari hasil penelitian diketahui, bahwa pada setiap perspektif terdapat beberapa variabel kinerja yang harus diukur, dan untuk mengukur semua sekaligus adalah tidak mudah, sehingga ditentukan prioritas pada variabel kinerja strategis yang dipilih dengan pendekatan metode Analytic Hierarchy Process.

Variabel kinerja strategis yang diukur pada setiap perspektif adalah kinerja yang diinginkan share holder dan pelanggan pada satu sisi dan di sisi lain adalah variabel kinerja internal yang dapat memenuhi keinginan tersebut, yang dihasilkan dari perbaikan proses akibat pembelajaran dan pertumbuhan organisasi.

Kerumitan masalah yang timbul disederhanakan dengan membangun model kinerja pelayaran yang disebut balance scorecard pelayaran. Dikarenakan pengoparasian armada menghadapi kondisi ketidakpastian, maka kinerja yang dihasilkan akan bersifat stokastik, sehingga penyelesaiannya dilakukan dengan menggunakan teknik simulasi Monte Carlo dan program aplikasi @Risk v 4.5.

Untuk menguji interaksi variabel kinerja operasi yang berdampak pada kinerja korporat, digunakan parameter speed sebagai hasil buah karya teknologi dan parameter port time sebagai hasil buah kerja manejemen. Dari hasil pengujian sensitivitas memperlihatkan dampak pada variabel kinerja return on total asset dalam bentuk distribusi kemungkinan.

Distribusi kemungkinan itu berada dalam satu ruang titik-titik kinerja yang penulis namakan RUANG TOF (Teknologi Operasi Finansial) atau TOF SPACE. Ruang tersebut merupakan ruang distribusi kemungkinan kinerja korporat yang dapat dicapai dari hasil interaksi teknologi dengan manajemen pada armada tanker pengangkut produk minyak bumi. Penelitian ini menunjukkan dapat terjadinya perbedaan di antara perusahaan pada interaksi manajemen dan teknologi yang memberi dampak pada kinerja korporat.

 

TERKAIT

0 112

0 289

0 258

BELUM ADA TANGGAPAN

Tulis Tanggapan